
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya dalam hati terdapat sebuah robekan
yang tidak mungkin dapat dijahit kecuali dengan mengadap penuh kepada Allah s.w.t. Di dalamnya
juga ada sebuah keterasingan yang tak mampu diubati kecuali dengan menyendiri
bersama Allah. Di dalam hati juga ada sebuah kesedihan yang tidak akan mampu
diseka kecuali dengan kebahagiaan yang tumbuh kerana mengenal Allah dan
ketelusan berinteraksi dengan-Nya.Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Ketika orang lain bergantung pada dunia, gantunglah dirimu hanya kepada Allah. Ketika orang lain merasa gembira dengan dunia, jadikanlah dirimu gembira kerana Allah. Ketika orang lain merasa bahagia dengan kekasih – kekasih mereka, jadilah dirimu merasa bahagia dengan Allah. Dan ketika orang lain pergi mengadap raja - raja dan para pembesar mereka untuk mengais harta dan mencintai mereka, jadikanlah dirimu betul – betul mencintai Allah.”
Sungguh, inilah kata – kata yang muncul dari dalam sanubari dan keluar meluncur dengan kuat. Saya rasa anda sekarang masih baik – baik saja, sebab anda telah bersiap menerima kata – kata ini, dan persiapan anda juga merupakan persiapan yang kuat. seluruh perasaan dan kepekaan berhimpun dan bergejolak membuat hati bahagia. Seluruh gejala ini membentuk sebuah kenyataan alami yang indah, yang bernama “kecerahan ha ti.Demi Allah, katakan dengan jujur, bilakah kali terakhir anda merasa khusyu’ mengadap Allah? Bilakah terakhir kali anda bersujud memohon kepada Allah agar kemanisan rasa khusyu’ ini tidak pernah akan berakhir?
Saudaraku tercinta, siapkan diri anda untuk meraih nilai – nilai ini terutamanya didalam kita menghadap ujian Allah yang amat berat ini ( cuti sekolah ). tempatkan dan hormatilah kekhusyu’kan sebagaimana semestinya. Saya sekarang yakin dengan anda! Sebab hal seperti ini tidaklah mustahil bagi seorang “perindu syurga”.
Thursday, April 30, 2009
Our Hearts
Posted by Da'ie ilallah at 6:00 AM 0 comments
Subscribe to:
Comments (Atom)


